#main-wrapper {#004564)

12/09/2016

EKONOMI PEMBANGUNAN TERHADAP PENGANGGURAN DI INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang                        
Pengangguran di Negara-negara berkembang seperti Indonesia, dalam pembangunan ekonomi di Negara seperti ini pengangguran yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih rumit dan lebih serius daripada masalah perubahan dalam distribusi pendapatan yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Keadaan di Negara-negara berkembang dalam beberapa dasawarsa ini menunjukan bahwa pembangunan ekonomi yang telah tercipta tidak sanggup mengadakan kesempatan kerja yang lebih cepat daripada pertambahan penduduk yang berlaku. Oleh karenanya, masalah pengangguran yang mereka hadapi dari tahun ke tahun semakin bertambah serius.
Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor impor, dan lain-lain.
Masalah pengangguran akan menimbulkan dampak yang negatif bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dampak negatif dari pengangguran adalah kian beragamnya tindakan kriminal, makin banyaknya jumlah anak jalanan, pengemis, pengamen perdagangan anak dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus yang sulit di berantas. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkan korban-korban sosial yang tidak bernilai. Menurunnya kualitas sumber daya manusia, tidak di hargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korban sosial dari penyakit sosial. Oleh karena itu, persoalan pengangguran ini harus secepatnya di pecahkan dan dicari jalan keluarnya. Namun demikian, perlu disyukuri karena kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dalam satu tahun terakhir atau hingga kuartal pertama tahun 2010 menunjukkan adanya sedikit perbaikan.
Dari kategori status pekerjaan utama pekerja formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh/karyawan, sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada kuartal pertama tahun 2010 sebanyak 33,74 juta (31,42%) pekerja Indonesia bekerja pada kegiatan/sektor formal ada 73,67 juta orang (68,58%) bekerja pada sektor informal. Dari 107,41 orang yang bekerja pada waktu yang sama, status pekerja utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan yakni mencapai 30,72 juta atau sekitar 28,61 persen, kemudian diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap (buru harian/borongan) sebesar 21,92 juta orang atau 20,41 persen dan berusaha sendiri sejumlah 20,46 juta orang atau 19,05% sedangkan sisanya adalah berusaha dibantu buruh tetap.
Penduduk bekerja menurut pendidikan. Jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk semua golongan pendidikan mengalami kenaikan, di mana pada kuartal pertama tahun 2009 pekerja yang bekerja dengan tamatan Universitas sebanyak 4,22 juta orang, untuk kuartal yang sama tahun 2010 meningkat menjadi 4,94 juta orang. Sementara untuk tenaga kerja yang bekerja dengan tamatan Diploma 1/11/ III pada kuartal pertama tahun 2009 sebanyak 2,68 juta orang pada kuartal yang sama tahun 2010 naik menjadi 2,89 juta orang sementara untuk pekerja dengan pendidikan terakhir sekolah menengah kejuruan juga terjadi peningkatan, pada kuartal pertama tahun 2009 sebanyak 7,19 juta orang untuk kuartal yang sama tahun 2010 meningkat menjadi 8,34 juta orang.
Sementara pada waktu yang sama, pekerja pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar ke bawah masih tetap tinggi yakni sekitar 55,31 juta orang, sedangkan jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih relatif kecil. Pekerja dengan pendidikan diploma sekitar 2,69 persen dan pekerja dengan pendidikan sarjana hanya sebesar 4,60 persen.Pemerintah pada tahun 2010 menargetkan angka pengangguran di Indonesia menjadi 8 persen, untuk memenuhi target tersebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5-6 persen dengan pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan bisa menciptakan 2,3 juta lapangan kerja baru. Namun pada waktu yang bersamaan juga akan masuk angkatan kerja baru sekitar 2,1 juta orang.
Dengan target pemerintah pada tahun 2010 angka pengangguran di Indonesia menjadi 8 persen, jika dilihat dari data yang ada di BPS pada kuartal pertama tahun 2010 sudah bisa dikatakan berhasil, sebab menurut data yang ada di mana angka pengangguran hanya sebesar 7,41 persen atau 8,59 juta orang.YanQ menjadi pertanyaan dengan keberhasilan kuartal 1/2010 apakah angka tersebut bisa di pertahankan hingga akhir tahun 2010 !.. , mengingat pada kuartal ketiga merupakan masa-masa lulusan sekolah dan pada waktu yang bersamaan akan menciptakan angkatan kerja baru yang mencapai 2,1 iuta orang. Oleh karena itu, guna menanggulangi lonjakan angkatan kerja baru serta mengurangi angka pengangguran perlu dilakukan sebuah langkah/cara yang kongkrit. Salah satu cara yang realistis dalam jangka pendek yakni dengan memberdayakan sektor informal, padat karya dan menciptakan jiwa kewirausahaan bagi kaum muda sehingga akan bisa menciptakan pengusaha baru, di samping strategi jangka panjang seperti pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah melalui kebijakan desentralisasi. Sektor informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur tetapi kreatif dan menjadi pereda di tengah pasar global. Namun bukan berarti sektor formal di abaikan. Jika ternyata sektor informal ternyata dapat menjawab sebagian dari masalah pengangguran yang di hadapi bangsa ini, maka sudah waktunya sektor informal didukung oleh pemerintah dengan menyiapkan anggaran. Anggaran ini bisa digunakan untuk dijadikan modal pengembangan usaha ekonomis produktif bagi pekerja-pekerja informal serta bisa dijadikan modal untuk merintis usaha baru. ( Mn ) Penelitian Biro Pusat Statistik (BPS) membedakan angkatan kerja menjadi penduduk yang bekerja dan penduduk yang mencari pekerjaan atau dapat di sebut sebagai pengangguran terbuka. Pengertian BPS tentang angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (10 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan sementara tidak bekerja dan yang mencari pekerjaaan. Sedangkan yang di maksud bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang kegiatannya tidak bekerja maupun mencari kerja. Mereka adalah penduduk dengan kegiatan sekolah, menjurus rumah tangga tanpa mendapat upah dan tidak mampu melakukan kegiatan seperti pension atau cacad jasmani.

B.   Rumusan Masalah
1. Apa yang menjadi masalah pengangguran di Indonesia?
2. Bagaimana keadaan pengangguran di Indonesia?
3. Apakah pengangguran mengakibatkan kemiskinan?



C.   Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarnya pengangguran yang terjadi di Indonesia khususnya Jakarta,masalah dan keadaan pengangguran, serta untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang menimbulkan terjadinya pengangguran dan juga untuk mengetahui bagaiamana sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

D.   Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :
1.    Penulis
Karena dengan tugas ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan bagi si penulis mengenai masalah pengangguran yang ada dinegara kita yang semakin tahun semakin meningkat jumlahnya akibat dari beberapa faktor, baik dari dalam maupun dari luar.
2.    Masyarakat
Masyarakat juga dapat mengetahui penyebab apa saja yang menimbulkan pengangguran serta masyarakat juga dapat bertindak langsung dalam upaya mengatasi masalah pengangguran.
3.    Mahasiswa
Mahasiswa mendapat pengalaman dalam menyusun karya ilmiah dengan cara merevisi ulang.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Perkembangan Pengangguran
Awal ledakan pengangguran sebenarnya bisa diketahui sejak sekitar tahun 1997 akhir atau1998 awal. Ketika terjadi krisis moneter yang hebat melanda Asia Tenggara yang mendorong terciptanya likuiditas ketat sebagai reaksi terhadap gejolak moneter. Di Indonesia, kebijakan likuiditas atas 16 bank akhir November 1997 saja sudah bisa membuat sekitar 8000 karyawannya menganggur dan dalam selang waktu yang tidak relatif lama, 7.196 pekerja dari 10 perusahaan sudah di PHK dari pabrik-pabrik mereka di Jawa barat, Yogyakarta, dan Sumatra selatan berdasarkan data pada akhir Desember 1997. Ledakan pengangguran berlanjut di tahun 1998, dimana sekitar 1,4 juta pengangguran terbuka baru akan terjadi. Dengan perekonomian yang hanya tumbuh sekitar 3,5 sampai 4% maka tenaga kerja yang bisa diserap sekitar 1,3 juta orang dari tambahan angkatan kerja sekitar 2,7 juta orang. Sisanya menjadi tambahan pengangguran terbuka. Total pengangguran jadinya akan mempunyai 10 juta orang.
Berdasarkan pengalaman, jika kita mengacu pada data-data pada tahun 1996 maka pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5 sampai 4% belumlah memadai, seharusnya pertumbuhan ekonomi yang ideal bagi Negara berkembang macam Indonesia adalah di atas 6%.
Berdasarkan data sepanjang di tahun 1996 perekonomian hanya mampu menyerap 85,7 juta orang dari jumlah angkatan kerja 90,1 juta orang. Tahun 1996 perekonomian mampu menyerap jumlah tenaga kerja dalam jumlah relative besar karena ekonomi nasional tumbuh hingga 7,98%. Tahun 1997 dan 1998, pertumbuhan ekomi dapat dipastikan tidak separah tahun 1996. Pada tahun 1998 krisis ekonomi bertambah parah karena banyak wilayah Indonesia yang diterpa musim kering, inflasi yamg terjadi di banyak daerah, krisis moneter di dalam negeri maupun di Negara-negara mitra dagang seperti sesama ASEAN,Korsel dan Jepang akan sangat berpengaruh. Jika kita masih berpatokan pada asumsi keadaan diatas, maka ledakan pengangguran diperkirakan akan berlangsung terus sepanjang tahun-tahun ke depan.
Memang ketika kita menginjak tahun 2000, jumlah pengangguran di tahun 2000 ini sudah menurun di banding tahun 1999. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2000 yang meningkat menjadi 4,8 persen. Pengangguran tahun 1999 yang semula 6,01 juga turun menjadi 5,87 juta orang. Sedang setengah pengangguran atau pengangguran terselubung juga menurun dari 31,7 juta menjadi 30,1 juta orang pada tahun 2000. Jumlah pengangguran saat ini mencapai sekitar 35,97 juta orang,namun pemerintah masih memfokuskan penanggulangan pengangguran ini pada 16,48 juta orang. Jumlah pengangguran saat ini yaitu pada tahun 2001 mencapai 35,97 juta orang diperkirakan bisa bertambah bila pemulihan ekonomi tidak segera berjalan dengan baik. Karena hal inilah maka pemerintah perlu berusaha semaksimal mungkin untuk mencari investor asing guna menanamkan modalnya disini sehingga lapangan pekerjaan baru dapat tercipta untuk dapat menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja.

2.2       Penyebab Terjadinya Pengangguran
Angkatan kerja yang berasal dari keluarga yang berpenghasilan menengah kebawah kesulitan untuk menyekolahkan atau membiayai anaknya.persyaratan yang diminta oleh perusahaan misalnya adalah pendidikan dan keahlian khusus. Pendidikan dan keahlian khusus tidak dimilikinya karena tidak dapat sekolah maupun pendidikan yang lain. Hal inilah yang biasanya tidak diterima dalam kesempatan kerja.
Adapun penyebab lain timbulnya pengangguran yaitu:
1.Penduduk relatif banyak sedangkan kesempatan kerja atau lapangan pekerjaan relatif rendah. Jumlah penduduk yang cukup tinggi tetapi tidak diimbangi dengan lapangan kerja, maka jumlah angkatan kerja tidak semua tertampung dalam dunia kerja.
2.Pendidikan dan keterampilan yang rendah. Pendidikan dan keterampilan yang rendah tidak dibutuhkan oleh pihak badan usaha karena dengan pendidikan yang rendah dan keterampilan yang rendah tidak akan meningkatkan produktifitas kerja dan hasil produksi.
3.Teknologi yang semakin maju yang belum terimbangi oleh kemampuan manusia. Teknologi dan kemampuan yang tinggi begitu cepat tidak diimbangi dengan kemampuan manusia untuk menguasai maka banyak badan usaha hanya menerima yang mampu menguasai teknologi tersebut. Bagi yang tidak mampu menguasai teknologi tersebut akan tersingkir dalam persaingan kerja.
4.Pengusaha yang selalu ingin mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan seperti penerapan rasionalisasi. Pengusaha hanya menerapkan berpikir rasionalis sehingga tenaga kerja di paksa untuk bekerja seoptimal mungkin untuk mengejar target . apabila tenaga kerja tidak bekerja sesuai dengan target, maka tenaga kerja tersebut tidak diperlukan lagi.
5.Adanya lapangan kerja dipengaruhi oleh musim. Pekerjaan yang dipengaruhi oleh musim dapat menibulkan pengangguran seperti pertanian, perkebunan setelah masa menanam selesai maka banyak tenaga kerja tinggal menunggu hasilnya. Untuk menunggu hasil, kebanyakan dari mereka menganggur dan akan bekerja kembali apabila nanti musim panen telah tiba.
6. Ketidakstabilan perekonomian, politik dan keamanan Negara. Kestabilan perekonomian politik dan keamanan Negara dapat menimbulkan pengangguran.perekonomian yang lesu, politik yang tidak menentu dan tidak ada jaminan keamanan menyebabkan para pengusaha akan berpikir untuk melanjutkan usahanya. Dengan keadaan yang tidak menentuk akan menimbulkan kerugian usaha. Untuk menghindari krugian, maka jumlah produk di batasi atau menutup usahanya, tidak memperluas usahanya. Hal ini akan menimbulkan pengangguran.  


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Pengangguran ada karena jumlah populasi yang setiap saat bertambah dengan pesat tanpa ada keseimbangan antara lahan untuk mencari kerja dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah. Pengangguran tak pernah lepas dari negara yang sedang berkembang.
Jika pemerintah tidak cepat menanggulangi masalah kemiskinan in maka akan timbul banyak kemiskinan, timbulnya gangguan keamanan, terjadi kekacauan politik, mengganggu pertumbuhan dan gangguan ekonomi dan lain-lain.
Disamping masalah-masalah tersebut di atas, faktor-faktor seperti kemiskinan, ketidakmerataan pendapatan karyawan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik juga sangat berpengaruh terhadap ketenagakerjaan di Indonesia.
Semua permasalahan hal di atas tampaknya sudah dipahami oleh pembuat kebijakan (Decision Maker). Namun hal yang tampaknya kurang dipahami adalah bahwa masalah ketenagakerjaan atau pengangguran bersifat multidimensi, sehingga juga memerlukan cara pemecahan yang multidimensi pula.




B.   Saran
Memberikan motivasi kepada para penganggur untuk bisa memasukkan dirinya dalam lingkup pekerjaan. Dan bagi pemerintah, membuka sebuah lapangan kerja dibidang keterampilan untuk menampung kapasitas para penganggur.


Daftar Pustaka

http://www.suarapembaruan.com/News/2004/09/07/Editor/edit02.htm  http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2001/07/21/0018.html
http://google.com 
http://id.answers.yahoo.com

http://rendipriadinugraha.blogspot.co.id/2013/01/masalah-ekonomi-pengangguran-di.html

9/29/2016

SPIn ITK (Silahturahmi, Pengenalan dan Informasi ITK) adalah seuatu kegiatan untuk lebih mengenal Kampus tercinta yaitu ITK(Institut Teknologi Kalimantan). ITK adalah satu-satunya institut teknologi yang berdiri di kalimantan. SPIn sendiri di di adakan untuk Mahasiswa baru 2016,

SPIn tersebut berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 09-12 agustus 2016.

Dimulai pada tanggal 09, Agustus 2016 yaitu kegiatan Pra-SPIn disana kami di jelaskan apa itu SPIn bagaimana serunya spin dan praturan cara berpakaian pada saat mengikuti SPIn, pakaiannya yaitu dari baju harus baju kain dan kaos kaki yang berwarna putih polos sedangkan celana untuk pria dan rok panjang untuk wanita harus berwarna hitam polos dan berbahan kain disertai dasi, ikat pinggang dan sepatu pantofel yang juga berwarna hitam. selepas pengumuman tersebut kami istirahat dan di beri makanan oleh panitia selama 15 menit. selepas makan kami kembali mengikuti acara Pra-SPIn sampai pukul 12:30 dan di lanjutkan sholat berjamaah bagi yang muslim selepas itu pulang kerumah masing-masing.


Hari ke- 1

        Pembukaan SPIn, acara dilakukan diaula ITK yang dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur DR. Ir. H Zairin Zain yakni Bapak  selaku perwakilan Gubernur Kalimantan Timur yang berhalangan hadir. Hadir pula Asisten 2 Walikota Balikpapan Ibu Ir. Sri Soetantinah M,Si. Rektor ITK Bapak Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA. Dan para Dosen serta tenaga kependidikan ITK. Sambutan pertama dilakukan oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA beliau menyampaikan mengenai keadaan ITK saat ini dan juga beliau memberikan semangat kepada kami untuk dapat berkontribusi dalam kemajuan indonesia, beliau menyampaikan bahwa kami harus terus berkarya dalam bidang teknologi karena majunya suatu peradaban suatu negara dilihat dari kemajuan teknologinya. Selanjutnya sambutan kedua oleh Bapak Kepala Badan Perencaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kalimantan Timur, Bapak DR. Ir. H. Zairin Zain  beliau berbicara mengenai perkambangan Provinsi Kalimantan Timur saat ini dari hal pembangunan, ekonomi, pembentukan Provinsi Kalimantan Utara, dan juga mengenai pendidikan. Selain itu beliau juga menyampaikan kepada kami mengenai program Nawacita yang sedang dijalan oleh pemerintah yang merupakan inisiasi dari Presiden Bapak Joko Widodo dan Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla. Sambutan ketiga dan yang terakhir selaku perwakilan dari Pemerintah Kota Balikpapan yakni Ibu Sri Soetantinah, Ibu Sri pertama-tama berbicara asal muasal pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan. Kemudian juga menjelaskan bahwa Kota Balikpapan merupakan Pintu Gerbang KalTim dan KalTara. Ibu Sri juga menyinggung mengenai ketersediaan pasokan air dan listrik dan berjanji akhir agustus ini sudah ada solusinya. Selanjutnya Ibu Sri menceritakan Prestasi- prestasi yang diraih Kota Balikpapan dan terakhir Ibu Sri berpesan agar Mahasiswa ITK dapat berkontribusi bagi kemajuan Kota Balikpapan.

Hari ke- 2

          Pada Pra- SPIn tanggal 9 agustus, kami telah dibagi ke beberapa gugus atau kelompok. Kami diarahkan menuju kelas-kelas sesuai dengan gugus kami. Dikelas-kelas itu kami mendapat materi. adapun materi yang saya dapatkan adalah
-          Administrasi Akademik, kami diberikan pengetahuan materi mengenai perihal akademik seperti apa itu sks, berapa durasi sks, nilai,beban studi, kurikulum, dll
-          Tata Kehidupan Kampus, kami diberikan materi tentang bagaimana kehidupan kampus itu, kegiatan-kegiatannya, tata krama, serta hak dan kewajiban kami sebagai mahasiswa.
-          Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, pada materi ini kami diberikan penjelasan bahwa kami harus dapat mengabdi pada masyarakat.
-          Bidang Kemahasiswaan, dimateri terakhir pada hari kedua ini kami dijelaskan mengenai fungsi dan potensi mahasiswa, tugas utama mahasiswa, serta karakter mahasiswa.


Hari ke- 3
       
            Pada hari terakhir kegiatan SPIn ini, kami dikumpulkan sesuai dengan Prodi kami masing-masing. Saya sendiri berasal dari Program Studi Teknik Material dan Metalurgi, kami dijelaskan secara garis besar mengenai apa itu material dan metalurgi, bidang minatnya, serta bagaimana peluang kerjanya seperti apa. Setelah itu kami dikenalkan kepada dosen wali kami. Kemudian setelah sesi prodi selesai kami dikumpulkan dilapangan disana kami berfoto membentuk tuisan huruf ITK sekaligus dilakukan penutupan kegiatan SPIn.
SPInpun berakhir pengalaman yang tak terlupakan dari SPIn ini saya tambah bersemangat untuk memajukan ITK bersama teman-teman Maba 2016. "jangan jadi mahasiswa yang besar karna nama kampusnya, tapi jadikanlah kampus kalian besar karna ada kalian disana"
Pembicara 1 : Dr.Ir.H.Zairin Zain

                Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC) adalah beasiswa yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi yang menyediakan berbagai jenis beasiswa. Beasiswa ini di khususkan bagi pelajar yang memiliki kartu identitas Kalimantan Timur. Namun tidak hanya pelajar Kalimantan Timur saja yang bisa mengajukan beasiswa ini, mahasiswa ISBI (institut Seni Budaya Indonesia) yang terletak di Bandung juga bisa mengajukan permohonan Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC). Institut Teknologi Kalimantan sendiri mempunyai beberapa jenis beasiswa yang dapat diajukan antara lain Beasiswa S1 program Kerjasama Mahasiswa Baru ITK. Namun untuk angkatan tahun 2016/2017, terjadi pengurangan dana beasiswa sehingga beberapa jenis beasiswa harus dikurangi. Dari dana sebelumnya 13 Miliar dikurangi menjadi 6,5 Miliar. Selain beasiswa tersebut, Beasiswa Kaltim Cemerlang juga telah memberangkatkan 200 pelajar ke Rusia untuk menempuh pendidikan di bidang perkeretaapian, jenjang pendidikannya adalah S2. Pelajar-pelajar ini melalui berbagai seleksi yang sangat ketat sampai akhirnya bisa lolos. Setelah selesai menempuh pendidikan, mereka akan kembali ke Kalimantan Timur untuk bekerja atau ditempatkan pada perkeretaapian Kalimantan yang telah direncanakan oleh pemerintah.
                Selain tentang Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC), Bapak Zairin juga melakukan tanya jawab seputar infranstuktur dan pembangunan yang ada di Kalimantan. Terdapat sebuah pertanyaan tentang perealisasian Jembatan Mahkota Dua di kota Samarinda yang dapat terbilang sangat lama yakni 10 tahun. Penyebab terhambatnya pembangunan jembatan ini dikarenakan anggaran pendapatan yakni APBD Kalimantan Timur yang tidak mampu menutup 50% dari anggaran sekitar 200 Miliar, pertahunnya hanya 30 Miliar dan tertinggi adalah 50 Miliar. Selain itu, eksekui bangunan di sekitar lahan pembangunan juga sangat sulit. penduduk mematok harga tidak sesuai dengan NJOP yakni 3X lipat lebih mahal. Oleh sebab itu, sekarang pemerintah mengeluarkan peraturan daerah yaitu harga jual lahan untuk kepentingan umum oleh pemerintah dilihat dari (jumlah NJOP + jumlah harga pasaran) : 2.

Pembicara 2 : Ir. Sri Soetantienah, M.Si

                Kota Balikpapan adalah suatu kota di Kalimantan Timur yang menyediakan 300Ha wilayahnya untuk dijadikan Institut Teknologi. Balikpapan merupakan gerbang utama para menteri-menteri untuk singgah saat sedang dalam perjalanan dinas ke Kalimantan. Saat itu pak presiden mengamanatkan kepada walikota bahwa Indonesia butuh kemajuan teknologi, tetapi di Indonesia hanya ada 1 institut yaitu Institut Teknologi 10 November di kota Surabaya. Sebenarnya ada dua Institut di Indonesia, satunya adalah Institut Teknologi Bandung, namun ITB hanyalah embrio dari Universitas Indonesia dan Universitas Indonesai sendiri merupakan peninggalan Belanda. Ada sebuah institut lagi yang bernama Institut Pertanian Bogor yang juga merupakan embrio dari Institut Teknologi Bandung. Jadi bapak presiden berencana membangun di pulau-pulau besar lainnya selain Jawa. Terpilihlah Sumatera dan Kalimantan. Saat Kalimantan ditunjuk, walikota dan gubernur Kaltim menyarankan kota Balikpapan. Maka setelah survei tempat, disetujui dan direncanakanlah pembangunan ITK di kota Balikpapan.

Materi 1 : Ajeng Nugrahaning Dewanti , ST.MT,M.Sc


TATA KEHIDUPAN ITK

-        - ITK lahir pada tanggal 06 Oktober 2014 dan di resmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhyo

-        - Maksud dan tujuan : Mahasiswa mampu mengembangkan secara terus menerus dilandasi akhlak mulia

-        - Kewajiban dan Hak Mahasiswa:

1.     Mahasiswa wajib mematuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku

2.     Mahasiswa wajib menegakkan etika, tradisi akademik dan menjaga nama baik    ITK

3.     Mahasiswa wajib memelihara sarana dan prasarana serta menjaga kebersihan , ketertiban dan keamanan kampus.

4.     Mahasiswa wajib menghargai ilmu pengetahuan , teknologi , seni dan menjunjung tinggi kebudayaan nasional.

5.     Mahasiswa wajib memohon izin dan/atau mendapatkan persetujuan rektor , bila mengadakan kegiatan yang mengatasnamakan ITK

6.     Mahasiswa wajib menjaga integritas kepribadian sebagai calon intelektual

7.     Mahasiswa wajib menjamin kelancaran , ketertiban dan ketenangan kegiatan akademik

8.     Mahasiswa wajib mematuhi peraturan lalu lintas dan perpakiran di area kampus

9.     Mahasiswa wajib mematuhi peraturan berpakaian di lingkungan kampus



-         -Tata Krama Menggunakan Email :

1.     Awali & akhiri dengan salam

2.     Judul email sesuai isi dan maksud anda

3.     Isi email singkat , padat , dan jelas

4.     Perhatikan ukuran lampiran


Materi 2 oleh ARIYADI , S.ST . M.T


ADMINISTRASI AKADEMIK

-         -Tahap Persiapan Bersama (36 SKS)

Kalkulus I dan II , Fisika dasar I dan II , Kimia dasar , Bahasa Inggris , Agama , Teknik Komunikasi Ilmiah , Mata kuliah Prodi dan pemograman.

Ditempuh dalam 1 tahun ( 1 dan 2 Semester ) Nilai Minimal C.

-         -Tahap Sarjana ( 108 SKS )

-Mata kuliah Prodi , Mata kuliah umum , Kerja Praktek , Tugas akhir .

Diselesaikan Maksimal sampai 8 Semester dengan Nilai Minimal C.

-        - SKS = Satuan Kredit Semester , 1 SKS = 50 menit

       Kegiatan tatap muka : 50 Menit

       Kegiatan mandiri      : 60 Menit

       Kegiatan terstruktur  : 60 Menit
 

          TOTAL : 170 Menit

-      -  80 % Kehadiran ( maksimal Masuk 13 kali ) untuk bisa mengikuti UAS

-      -  Jenis Mata Kuliah ITK :

1.     Mata Kuliah Tahap Persiapan Bersama

2.     Mata Kuliah Tahap Umum

3.     Mata Kuliah Tahap Wajib Dasar

4.     Mata Kuliah Tahap Wajib Bersyarat

5.     Mata Kuliah Tahap Pilihan



-        -Syarat Kelulusan :

1.     Menyelesaikan 144 SKS dengan nilai minimal C

2.     Paling Lama di tempuh 7 Tahun

3.     Menyelesaikan Tugas akhir

4.     Bahasa Inggris TOEFL 450







Materi 3 Oleh ILLA RIZIANIZA, S.T ,M.T   
 

BIDANG KEMAHASISWAAN

-         - Mahasiswa adalah generasi muda yang terlatih , terpelajar serta peka terhadap masalah yang berkembang di lingkungan sekitarnya .

-        - Mahasiswa juga calon pemimpin bangsa yang diharapkan memiliki integritas

-        - Mahasiswa harus aktif

-        - Tugas Utama Mahasiswa :

1.     Menimba ilmu sebanyak mungkin

2.     Studi tepat waktu

3.     Beri umpan balik ke Institut untuk kemajuan dan pencapaian tujuan pendidikan   ( Feed Back )

-        - Karakter Mahasiswa ITK :

          Cermat , Energik , Rajin , Amanah ,Santun

-         - LKMM ( Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa ) , ada 4 :

1.     LKMM Pratingkat Dasar

2.     LKMM Tingkat Dasar

3.     LKMM Tingkat Manajemen

4.     LKMM Tingkat Lanjut



-         - Kegiatan Mahasiswa :

1.     Folks                    : Komunitas Bahasa Asing

2.     SAA                      : Komunitas Automotif

3.     Mahatala               : Pecinta Alam

4.     Focus Poin           : Fotograper

5.     ITK Robotics        : Komunitas Robot

6.     TARI

7.     ITK FC                 : Sepak Bola



-         - SOSMAS ( SOSIAL MASYARAKAT ) & KESMA ( KESEJAHTERAAN MAHASISWA ) :

1.     Kampung Binaan

2.     SAFE

3.     On Location



Materi 4 oleh DIAN MART SHOODIQIN S,Si , M.Si


LEMBAGA PENELITIAN , PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT ( LPPM )


-         -Tujuan pembentukan bidang penelitian dan pengabdian Masyarakat          ( LPPM ) :

1.     Melaksanakan TRI DARMA Perguruan Tinggi

2.     Mengembangkan Potensi daerah baik sumber daya alam maupun SDM

3.     Menemukan dan mematerikan Inovasi baru



-        -Contoh Penelitian & Pengabdian Masyarakat :

1.     Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)

2.     Autotic

3.     Pengaturan Lalu lintas ( Fuzzy Logic )

4.     Pemanfaatan QuadCopter :

·        Virtual Enviroment untuk belajar mandiri

·        Game Base Barning

·        Mobile Learning System



-         -Peran Mahasiswa dalam LPPM:

1.     Program Kreativitas Mahasiswa ( PKM )

2.     Program Hibah Bina Desa (PHBD)

3.     Bakti sosial

4.     Tugas Akhir



-         -ITK SOCIALISME untuk mengabdikan pemberdayaan masyarakat kerjasama yang dilaksanakan

·        Pemerintah Provonsi KALTIM

·        Pemerintah Kutai Timur

·        Pemerintah Penajam

·        Pemerintah Balikpapan


·        Pemerintah Bontang

4/30/2013

"Sampek" Alat musik Tradisional Suku Dayak

sampek1Sampek adalah alat musik tradisional Suku Dayak atau masyarakat Kayaan menyebutnya sape’ kayaan, alat musik ini terbuat dari berbagai jenis kayu ( kayu arrow, kayu kapur, kayu ulin) yang dibuat secara tradisional. Proses pembuatan bisa memakan waktu berminggu minggu.  Dibuat dengan 3 senar, 4 senar dan 6 senar. Biasanya sampek akan diukir sesuai dengan keinginan pembuatnya, dan setiap ukiran memiliki arti.
Mendengarkan bunyi sape’ yang mendayu dayu, seolah memiliki roh/kekuatan. Di Pampang banyak warga yang amat mahir memainkan sape’.  Bunyi sape’ biasa digunakan untuk mengiringi sebuah tarian, atau memberikan semangat bagi para pasukan perang.
Ketika acara pesta rakyat atau gawai padai (ritual syukuran atas hasil panen padi) pada suku ini, sape’ kerap dimainkan. Para pengunjung disuguhkan dengan tarian yang lemah gemulai. Aksessoris bulu-bulu burung enggang dan ruai di kepala dan tangan serta manik-manik indah besar dan kecil pada pakaian adat dan kalung di leher yang diiringi dengan musik sape’.
Sampek
Musik ini dimainkan oleh minimal satu orang. Bisa juga dua atau tiga orang, sehingga suaranya lebih indah. Jenis lagu musik sape’ ini bermacam-macam, biasanya sesuai dengan jenis tariannya. Misalnya musik Datun Julut, maka tariannya juga Datun Julut dan sebagainya. Ada beberapa jenis lagu musik sape’, di antaranya: Apo Lagaan, Isaak Pako’ Uma’ Jalaan, Uma’ Timai, Tubun Situn, Tinggaang Lawat dan Tinggaang Mate. Nama-nama lagu tersebut semua dalam bahasa Kayaan dan Kenyah.
Cara pembuatan sape’ sesungguhnya cukup rumit. Kayu yang digunakan juga harus dipilih. Selain kayu Pelaik (kayu gabus) atau jenis kayu lempung lainnya, juga bisa kayu keras seperti nangka, belian dan kayu keras lainnya.
Semakin keras dan banyak urat daging kayunya, maka suara yang dihasilkannya lebih bagus ketimbang kayu lempung. Bagian permukaannya diratakan, sementara bagian belakang di lobang secara memanjang, namun tidak tembus kepermukaan. Untuk mencari suara yang bagus maka tingkat tebal tipisnya tepi dan permukannya harus sama, agar suara bisa bergetar merata, sehingga mengehasilkan suara yang cekup lama dan nyaring ketika dipetik.
Efek Blog